Suparlan : Siapa Duluan?, Kami Dirugikan Adanya Aktivitas Tersebut

Pangkalpinang,Detakbabelnews.com —¬† – Menanggapi pemberitaan disalah satu media online yang terbit pada Jumat (14/06/19). Yang menyebutkan proyek swakelola pekerjaan normalisasi hilir Sungai Rangkui perbatasan Kelurahan Rejosari dan Pasir Putih terkesan mubazir.

Kepala Dinas PU Pangkalpinang, Suparlan mengutarakan, dimana letak yang dikatakan mubazir, seharusnya pihak PU yang banyak dirugikan dengan keberadaan Tambang Rajuk yang berada dilokasi normalisasi tersebut.

"Kami pihak PU yang banyak dirugikan dengan keberadaan Tambang Rajuk tersebut, saya tanya? Duluan pekerjaan PU apa duluan Tambang Rajuk yang melakukan operasi di tempat tersebut. kita sudah tau siapa yang bermain disana," kata Suparlan, Selasa (18/06/19)

Swakelola, menurut Parlan, salah satunya pengerukan di Parit Lalang, Sumberjo, Gabek, Kacang Pedang, Gandaria maupun di Tua Tunu pemasangan bandar semuanya termasuk normalisasi, semuanya bagian dari swakelola kegiatan tersebut.

"Alat berat tersebut yang dilakukan pembayaran hanya BBM, Operator serta sewa ponton, dimana tempat Papan Proyek ?apakah harus dipasang disemua lokasi tersebut," ujar Parlan

Kami sebenarnya dari pihak PU sendiri kurang pas jika dikatakan melakukan pekerjaan proyek yang sia sia.

"Jikapun pihak PU sendiri tidak membelikan alat berat, berapa Miliar dana yang harus dikeluarkan untuk proyek tersebut yang dikerjakan sepanjang tahun," ungkapnya

Salah contoh, kata Parlan, pekerjaan normalisasi yang ada di pasar ikan menghabiskan dana 500 juta sedangkan kita yang dikerjakan bertahun tahun hanya menghabiskan BBM cuma 400 juta.

"Jika tidak dibelikan alat berat dan ini dijadikan proyek tiap tahun, hanya itu-itu saja yang dikerjakan" ngeruk ngeruk la gawe a, dak de gik gawe laen, bermiliar miliar dak cukup-cukup duit dan sekarang agak irit,"pungkas Parlan

Sekali lagi dikatakan Parlan, seharusnya  jangan hanya pekerjaan swakelola saja yang disorot, semestinya tambang juga harus disinggung dikarenakan telah mengganggu aktivitas pekerjaan tersebut. ( Prd * ).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.