BANGKA, DETAKBABEL.COM – Anggota Komisi I DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Ir. Rudianto Tjen, menaruh perhatian pada kebutuhan sarana dan prasarana Politeknik Manufaktur Negeri Bangka Belitung (Polman Babel) sebagai bagian dari upaya memperkuat kualitas pendidikan vokasi di Bangka Belitung.
Sebelum memberikan kuliah umum di Polman Babel, Kamis (20/8), Rudianto menyempatkan diri melihat langsung sejumlah fasilitas kampus dan mendengarkan kebutuhan sarana pendukung pembelajaran.
Peninjauan tersebut menjadi kesempatan bagi Rudianto untuk memperoleh gambaran langsung mengenai kondisi fasilitas yang digunakan mahasiswa, termasuk kebutuhan yang dinilai dapat mendukung pengembangan kompetensi pendidikan vokasi.
Rudianto mengatakan, kualitas sumber daya manusia tidak hanya ditentukan oleh proses pembelajaran, tetapi juga lingkungan dan fasilitas yang mendukung mahasiswa dalam mengembangkan keterampilan.
“Kalau kita ingin anak-anak kita punya kemampuan dan bisa bersaing, tentu fasilitas tempat mereka belajar juga harus kita perhatikan. Saya ingin melihat langsung kondisi di lapangan, apa yang sudah ada dan apa yang masih perlu diperkuat,” kata Rudianto.
Menurutnya, Polman Babel memiliki peran penting dalam menyiapkan sumber daya manusia terampil yang dibutuhkan daerah. Karena itu, kebutuhan sarana pendidikan perlu menjadi perhatian bersama.
Meski demikian, Rudianto menegaskan dirinya memahami batas kewenangan sebagai anggota Komisi I DPR RI. Aspirasi terkait penguatan sarana dan prasarana pendidikan nantinya akan dikoordinasikan dengan anggota DPR RI di komisi yang membidangi pendidikan.
“Kalau ada kebutuhan yang berkaitan dengan pendidikan, tentu saya akan berkoordinasi dengan teman-teman di komisi yang membidangi pendidikan. Kita lihat apa yang bisa dikomunikasikan dan diperjuangkan sesuai dengan kewenangan masing-masing,” ujarnya.
Ia menilai, penguatan pendidikan vokasi harus berjalan beriringan dengan ketersediaan fasilitas yang memadai. Dengan demikian, mahasiswa tidak hanya memperoleh pengetahuan secara teori, tetapi juga memiliki ruang yang cukup untuk mengasah keterampilan secara praktik.
Rudianto berharap hasil peninjauan tersebut dapat menjadi bahan untuk memahami kebutuhan Polman Babel secara lebih konkret sekaligus membuka ruang koordinasi dengan pihak-pihak terkait di tingkat pusat.
“Yang paling penting adalah kita melihat langsung kebutuhannya. Setelah itu kita koordinasikan dengan pihak yang memiliki kewenangan, supaya aspirasi dari daerah bisa disampaikan melalui jalur yang tepat,” pungkasnya. (ARB/Humas RT)







