Politisi PDIP Bangka Lakukan Tindakan Nyata Ketika Masyarakat Membutuhkan

Politisi PDIP Bangka Lakukan Tindakan Nyata Ketika Masyarakat Membutuhkan

Sungailiat,DetakBabel.com –
Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Bangka sekaligus Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Bangka, Erigustian, menunjukkan kepeduliannya ketika masyarakat membutuhkan.

Dengan mendonorkan darahnya untuk membantu seorang bayi perempuan berusia satu minggu, Aulia, warga Kelurahan Sinar Jaya, Kecamatan Sungailiat, yang membutuhkan transfusi darah golongan B.

Aksi kemanusiaan tersebut dilakukan di Kantor Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Bangka, Sabtu (27/6/2026) malam. Donor darah dilakukan setelah Erigustian menerima informasi dari keluarga pasien mengenai kondisi darurat yang dialami bayi Aulia.

Langkah cepat itu menjadi bukti bahwa kepedulian terhadap masyarakat tidak hanya diwujudkan melalui kebijakan atau program kerja, tetapi juga melalui tindakan nyata ketika masyarakat membutuhkan pertolongan.

Didampingi Wakil Ketua Bidang Keagamaan, Pariwisata, dan Kebudayaan DPC PDI Perjuangan Kabupaten Bangka, Fatur Rahman, serta pengurus PAC PDI Perjuangan Kecamatan Sungailiat, Erigustian menyebut aksi donor darah tersebut merupakan bagian dari rangkaian bakti sosial yang dilaksanakan selama Bulan Bung Karno.

Menurutnya, Bulan Bung Karno harus dimaknai sebagai momentum untuk memperkuat semangat gotong royong, kepedulian sosial, dan pengabdian kepada rakyat sebagaimana nilai-nilai yang diajarkan Proklamator Republik Indonesia.

Ia menegaskan bahwa keberadaan kader PDI Perjuangan harus benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, terutama saat menghadapi situasi darurat.

“Perjuangan tidak hanya dilakukan di ruang rapat atau forum politik. Perjuangan yang sesungguhnya adalah ketika kita hadir membantu masyarakat yang sedang membutuhkan. Hari ini yang dibutuhkan adalah darah, maka kami datang untuk mendonorkan dara ,”ujarnya.

Erigustian mengajak seluruh kader PDI Perjuangan, relawan, serta masyarakat Kabupaten Bangka agar membiasakan diri menjadi pendonor darah sukarela. Menurutnya, stok darah di PMI harus terus terjaga karena kebutuhan transfusi dapat terjadi kapan saja, baik untuk bayi, ibu melahirkan, korban kecelakaan, maupun pasien yang menjalani pengobatan.

“Setetes darah mungkin terlihat sederhana bagi pendonor, tetapi bagi pasien yang sedang berjuang mempertahankan hidup, darah itu adalah harapan. Karena itu saya mengajak seluruh kader dan masyarakat untuk tidak ragu menjadi pendonor. Donor darah adalah bentuk gotong royong yang paling nyata dalam kehidupan,” ujarnya.

“Setetes darah saya, insya Allah, dapat menjadi jalan keselamatan bagi Aulia. Kami ingin menunjukkan bahwa PDI Perjuangan hadir bukan hanya saat pesta demokrasi, tetapi hadir dalam setiap persoalan masyarakat. PDI Perjuangan lahir dari rakyat, berjuang bersama rakyat, dan akan selalu kembali untuk rakyat,” tegasnya.

Aksi sederhana yang dilakukan pada malam itu menjadi pengingat bahwa nilai kemanusiaan tidak selalu hadir dalam tindakan besar. Di balik satu kantong darah yang didonorkan, tersimpan harapan sebuah keluarga agar buah hatinya dapat kembali sehat.

Bagi keluarga Aulia, bantuan itu bukan sekadar transfusi darah, melainkan secercah harapan untuk melihat putri mereka tumbuh dan menjalani masa depan yang cerah dan sehat (**)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *