Ketua DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) Didit Srigusjaya menerima kunjungan perwakilan masyarakat nelayan desa air nyato yang menyampaikan aspirasi penolakan nelayan terhadap aktivitas Kapal Isap Produksi (KIP) di Perairan Laut Bembang atau Teluk Nipah Kecamatan Jebus kabupaten Bangka Barat, Selasa (10/6).
Ketua Badan Pemberdayaan Desa (BPD) desa Air Nyato Aswandi mengatakan kedatangan mereka sesuai undangan Ketua DPRD Babel untuk audience mencari solusi dari keluhan masyarakat nelayan.
“Kami dari masyarakat nelayan desa air nyato diundang oleh ketua DPRD Babel di ruangnya dalam rangka menyampaikan penolakan karena dampak limbah atas operasional kapal isap di perairan laut bembang dan teluk nipah di desa kami,”ujarnya.
Aswandi menjelaskan umumnya masyarakat nelayan di desa nyato tidak menolak pertambangan namun karena dampak limbah dari pertambangan tersebut banyak ekosistem laut yang ternganggu dan mati sehingga mengurangi pendapatan para nelayan.
“Kami nelayan di desa tersebut tidak menolak tambang namun mengeluh karena dampaknya, seperti limbah dari aktivitas tambang tersebut yang mengotori perairan laut dan menyebabkan ekosistem laut pun terganggu dan banyak mati sehingga mengurangi hasil tangkapan nelayan.
Maka kami meminta pemerintah provinsi untuk membantu kami mencari solusi,”ungkapnya.






