Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian katakan bahwa perkembangan inflasi global, inflasi Indonesia pada peringkat 145 dari 186 negara di dunia sebesar 4,33 persen. Inflasi Indonesia peringkat 8 dari 20 negara G-20 jika diurutkan berdasarkan inflasi terendah per-Maret 2023″.
jika tingkat inflasi di Negara ASEAN diurutkan berdasarkan inflasi terendah per-Maret 2023 berada pada peringkat 6 dari 11 Negara ASEAN. Inflasi terendah ialah Negara Brunei Darussalam sebesar 1,2 persen. Sedangkan inflasi tertinggi di ASEAN adalah Negara Laos sebesar 40,97 persen disusul Myanmar sebesar 19,55 persen.
“Sesuai arahan bapak Presiden Jokowi, pengendalian inflasi tidak hanya dilakukan melalui kebijakan fiskal di Bank Indonesia. Pengetatan, kemudian menaikkan atau menurunkan suku bunga, pengendalian inflasi juga dilaksanakan melalui sinergitas dan kerjasama instansi pusat dan daerah dalam Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) yang di koordinir oleh Menteri Dalam Negeri”.ujarnya.
Berdasarkan sejumlah survey, Menteri Tito menyebut tingkat kepuasan masyarakat terhadap kinerja pemerintahan di bawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo di klaim meroket hingga mencapai 78,5 persen.
“Klaim tersebut didasarkan pada hasil survey yang dilakukan oleh indikator politik Indonesia, dimana capaian tersebut merupakan persentase tertinggi dalam kurun waktu sembilan tahun terakhir”.
Salah satu alasan kuat, tambah Tito, atas tingginya tingkat kepuasan publik tersebut adalah keberhasilan pemerintah dalam menekan laju inflasi, di tengah tren kenaikan yang terjadi di banyak negara di dunia.
Dalam rapat koordinasi tersebut, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menyampaikan bahwa ada 10 kota dengan inflasi terendah di Indonesia. Adapun Kota Pangkalpinang menjadi kota dengan inflasi yang paling rendah se-Indonesia sebesar 2,78 persen.
“Inflasi tertinggi di Kotabaru, Kalimantan Selatan sebesar 6,75 persen. Sedangkan inflasi terendah terjadi di Kota Pangkalpinang Kepulauan Bangka Belitung sebesar 2,78 persen”.






