Dua Lokasi Kampung Nelayan Merah Putih di Babel Mulai Dibangun
PANGKALPINANG, DETAKBABEL.COM – Program Kampung Nelayan Merah Putih yang digagas Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menjadi salah satu program prioritas pemerintah dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat pesisir, khususnya nelayan.
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) melalui, Yopi Wijaya, S.T., M.M., mengatakan, pihaknya melalui kabupaten masing-masing mengusulkan empat lokasi Kampung Nelayan Merah Putih, yakni Desa Tukak di Kabupaten Bangka Selatan, Sungai Padang di Kabupaten Belitung, Desa Berok di Kabupaten Bangka Tengah, serta Kampung Baru di Kabupaten Belitung Timur pada tahun 2025.
“Namun, setelah dilakukan kunjungan dan pengecekan lapangan oleh tim KKP, dari empat lokasi tersebut hanya dua yang dinyatakan lolos dan disetujui, yakni Desa Tukak dan Sungai Padang,” katanya, kemarin.
Sementara dua lokasi lainnya, menurutnya, masih memerlukan sejumlah perbaikan dan kelengkapan administrasi.
“Memasuki tahun 2026, pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di Desa Tukak dan Sungai Padang pun resmi dimulai. Di Desa Tukak, Kecamatan Tukak Sadai, Kabupaten Bangka Selatan, telah dilakukan peletakan batu pertama pembangunan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum Nelayan (SPBUN),” tutur Yopi.
Sekedar diketahui, peletakan batu pertama SPBUN milik Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Tukak tersebut dilaksanakan pada Jumat (19/12) dan dihadiri langsung oleh Menteri Koperasi Republik Indonesia Ferry Juliantono serta Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia Didit Herdiawan Ashaf.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Deputi Pengembangan Usaha Koperasi Kementerian Koperasi Panel Barus, Sekretaris Daerah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Fery Afriyanto, Bupati Bangka Selatan Riza Herdavid, Direktur Pemasaran Regional Pertamina Patra Niaga Eko Ricky Susanto, Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel Erwin Dwiyanto, serta jajaran pemerintah daerah dan masyarakat nelayan setempat.
SPBUN tersebut nantinya akan dikelola oleh Koperasi Merah Putih, sebagai upaya memastikan ketersediaan bahan bakar bagi nelayan dengan harga yang terjangkau dan distribusi yang lebih tepat sasaran.
Sementara itu, Kampung Nelayan Merah Putih di Sungai Padang, Kabupaten Belitung, juga telah memasuki tahap awal pembangunan dengan dilakukannya peletakan batu pertama yang berlangsung pada pekan lalu.
Untuk tahun 2025, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung resmi memiliki dua lokasi Kampung Nelayan Merah Putih.
Sedangkan untuk usulan tahun 2026, pemerintah daerah kembali mengajukan sejumlah lokasi tambahan agar ditetapkan sebagai Kampung Nelayan Merah Putih oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan.
Di Kabupaten Bangka, lokasi yang diusulkan antara lain Desa Rebo. Kabupaten Bangka Selatan mengusulkan tambahan Desa Sadai dan Tanjung Ketapang. Kabupaten Bangka Tengah mengajukan Desa Batu Belubang, Kabupaten Belitung mengusulkan Pulau Seliu, serta Kota Pangkalpinang juga turut mengusulkan satu lokasi.
Sementara itu, Kabupaten Bangka Barat mengusulkan empat lokasi tambahan, yakni Simpang Teritip, Rambat, Air Menduyung, dan Semulut.
Melalui program Kampung Nelayan Merah Putih, pemerintah berharap kualitas hidup nelayan dapat meningkat, mulai dari akses bahan bakar, infrastruktur pendukung, hingga penguatan kelembagaan koperasi di wilayah pesisir. (ARB)





