Paripurna istimewa itu mengusung tema pemulihan ekonomi yang harus bangkit pasca pandemi virus Corona, yang sudah melanda hampir dua tahun ini.

Kegiatan itu dihadiri oleh seluruh pejabat daerah Kabupaten Bangka dan Provinsi Bangka Belitung, termasuk Ketua DPRD Kabupaten Bangka Iskandar, Bupati Bangka Mulkan, Ketua DPRD Provinsi Bangka Belitung Herman Suhadi, serta Wakil Gubernur Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Abdul Fatah.

Iskandar mengatakan, dalam kurun waktu 256 tahun ini bukan merupakan waktu yang singkat untuk sebuah pembangunan. Dia meminta pada momentum peringatan hari jadi ini sebagai momen untuk mengevaluasikan diri untuk kedepannya.

” Dalam kurun waktu 256 tahun lamanya berdiri Kota Sungaliat, bukanlah waktu yang singkat untuk dilalui. Kiranya seluruh komponen penyelenggaran pemerintahan dan masyarakat, menjadikan peringatan hari ulang tahun kota Sungailiat ini, sebagai momentum untuk mengevaluasi dan memperbaiki diri. Serta memantapkan kebersamaan dalam menyelenggarakan pemerintahan dan pembangunan di kota Sungailiat,” kata Iskandar.

Lebih lanjut Iskandar menuturkan, dengan adanya sinergitas, kerja keras, kekompakan dan partisipasi seluruh komponen masyarakat akan meringankan kendala yang terjadi dalam sebuah proses pembangunan.

” Kami juga menyadari bahwa pembangunan yang dilaksanakan pemerintah Kabupaten Bangka, merupakan hasil dari proses pembangunan yang berkesinambungan. Dan kedepannya, harus lebih terintegrasi. Peran antara pemerintah birokrasi, legislatif, sektor swasta, masyarakat dan akademisi,” kata dia.

Bupati Bangka Mulkan mengatakan, peringatan hari jadi Kota Sungailiat ini harus dimaknai dengan pentingnya menjaga keseimbangan sosial. Meskipun pandemi virus Corona yang melanda dan menyempitkan segala sektor, Mulkan berharap masyarakat yang bergerak di dunia usaha UMKM harus mampu beradaptasi.

” Peringatan ke-256 tahun Kota Sungailiat, harus dimaknai sebagai wadah mengingatkan kembali pentingnya menjaga antara keseimbangan manusia dan sosial serta lingkungannya dengan memanfaatkan daya pikir yang lebih maju. Meski terdampak oleh pandemi, ekonomi kreatif dan UMKM di Kota Sungailiat, harus mampu beradaptasi dan memanfaatkan peluang yang ada,” ungkap Mulkan.

Karena dari itu lanjut Mulkan, industri kreatif dan UMKM harus mampu berinovasi untuk tetap bertumbuh dan bertahan di tengah pandemi. Sebabnya kata dia, meningkatkan kemitraan, koordinasi antar elemen masyarakat dapat mendukung ekonomi kreatif dan UMKM sebagai bagian dari upaya pemulihan ekonomi sehingga terwujud bangka satara yang nyaman bersama.

Sementara Wakil Gubernur Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Abdul Fatah mengungkapkan, Kota Sungailiat merupakan Kota yang dianugerahi kelebihan dari Yang Maha Kuasa. Selain memiliki keindahan alamnya, Abdul Fatah menyebutkan Kota Sungailiat sudah menoreh prestasi yang hebat, salah satunya yaitu mendapat penghargaan Adipura hingga 8 kali.

” Kota sungailiat adalah merupakan kota yang dianugerahi yang maha kuasa, yang tiada tara dimana kekayaan alamnya dengan hamparan pepantaian yang terbentang. Bertaburnya penghargaan, seperti Adipura yang dianugerahkan sebanyak 8 kali,” ungkap Abdul Fatah.

Bahkan dari itu, Abdul Fatah membeberkan, dalam pelaksanaan maupun perencanaan pembangunan, Kabupaten Bangka hingga saat ini berada dinilai diatas rata-rata. Hal itu kata Abdul Fatah, berdasarkan hasil evaluasi di Provinsi.

” Dalam melaksanakan pembangunan kalau saya lihat slalu berada diatas rata-ratq. Kalau kita lakukan evaluasi, Kabupaten Bangka selalu diatas rata-rata. Pada evaluasi terakhir, rencana pembangunan daerah, Kabupaten Bangka berada tataran tertinggi dan terbaik pada rencana pembangunan daerah,” tuturnya. (Adv)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *