Musani: Potensi Kelautan dan Perikanan Babel Besar, Tapi Belum Termanfaatkan Optimal
TOBOALI – Hampir 80 persen luas wilayah yang dimiliki oleh Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) adalah lautan. Hal ini tentunya menyimpan banyak potensi serta keanekaragaman sumber daya kelautan dan perikanan.
Potensi ini sendiri sebenarnya dapat dimanfaatkan sebagai modal utama pembangunan daerah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Hal inilah yang mendorong anggota DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) Musani mengambil materi Peraturan Daerah (Perda) No 2 Tahun 2017 tentang Pengelolaan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan dalam kegiatan Penyebarluasan Perda Sabtu malam (24/05) bertempat di Lesehan Hanif, kelurahan Toboali, Kabupaten Bangka Selatan.
Dikatakan Musani, meski Provinsi Kep. Babel memiliki luas wilayah laut yang cukup besar tetapi kesejahteraan nelayan masih jauh dari kata sejahtera.
“Sedih, miris tapi inilah kenyataannya saat ini,” ucapnya.
Dijelaskannya sejak berdiri pada 21 November 2000 silam sebagai provinsi ke-31, Provinsi Kep. Babel hingga saat ini penggarapan dan pemanfaatan potensi kelautan dan perikanan masih sangat jauh dari kata maksimal.
Hal ini bukan tanpa sebab karena selain memiliki potensi kelautan yang begitu besar juga Kep. Babel memiliki potensi pertambangan yang besar pula. Dimana pertambangan ini menjadi primadona dan lebih menjanjikan bagi masyarakat dibandingkan dengan potensi kelautan perikanan.






