Eskalasi Pilkada Ulang 2025: Ribut Rebut Suara Sang Petahana

Eskalasi Pilkada Ulang 2025: Ribut Rebut Suara Sang Petahana

Sungailiat, DetakBabel.com – Pelaksanaan Pilkada ulang di Kabupaten Bangka yang bakal diselenggarakan 27 Agustus 2025 mendatang semakin memacu ekspektasi politik publik.

Hingar-bingar dinamikanya ramai diobrolkan oleh warga, mulai dari warung kopi hingga kaum emak-emak di sudut pasar.

Riuh kontenstasinya di setiap partai kian ketat. Lobi-lobi politik sejumlah kontestan semakin menguat demi memenangkan secarik kertas rekomendasi.

Di Pilkada kali ini, ada banyak nama kandidat yang saling bersaing untuk uji peruntungannya menjadi Bupati Bangka.

Sederet nama bakal calon kepala daerah yang berasal dari kalangan politisi, pengusaha, serta birokrat, mulai bermunculan menghiasi pilihan alternatif untuk masyarakat Bangka.

Bisa jadi Pilkada ulang ini bagi para pendatang baru merupakan momentum politik yang mesti dioptimalkan secara maksimal, pasca kalahnya petahana sebagai pasangan calon (paslon) tunggal di Pilkada 2024.

Dari hasil Pilkada 2024, kotak kosong meraih 67.000 suara pemilih, melawan pasangan calon Mulkan-Ramadian yang meraih 50.000 suara pemilih.

Kendati begitu, capaian suara kotak kosong itu masih terpaut jauh jika dibandingkan dengan pemilih golput yang menembus 50 persen lebih suara dari DPT.

Berkaca dari data tersebut, artinya kesadaran politik masyarakat untuk berpartisipasi dalam Pilkada kian tergerus menuju titik apatisme.

Bahkan meski pada Pilkada 2024 lalu gerakan kotak kosong begitu massif menolak kehadiran paslon tunggal, tapi tetap gagal mendongkrak partisipasi masyarakat untuk tidak golput, atau setidaknya mengungguli suara golput.

Mengacu data partisipasi pemilih di Pilkada 2024 itu, menandakan bahwa ceruk suara yang akan direbutkan pendatang baru nanti berkisar di angka 67.000 pemilih, dengan kondisi, kalau sosok petahana, Mulkan, kembali bertarung di Pilkada ulang dengan membawa modal suara 50.000 pemilihnya yang berhasil diraih pada Pilkada lalu.

Refleksi Politik
Sebagai catatan, jika dikomparasikan capaian suara Mulkan di Pilkada 2018 dengan Pilkada 2024, suara sang petahana itu hanya menurun tipis selama lima tahun memimpin.

Pada 2018, Mulkan yang kala itu berpasangan dengan Syahbudin berhasil merogoh 59.334 suara pemilih, melawan dua kandidat lainnya, yaitu Tarmizi-Amri Cahyadi: 34.706 suara; dan Kemas Daniel-Fadilah Sabri: 27.864 suara

Menakar elektabilitas politik Mulkan yang tidak bisa dianggap sekilas lalu itu, tentu membuat kehadiran Mulkan di Pilkada ulang nanti patut dikhawatirkan menjadi lawan berat bagi musuh politiknya.

Pencapaian suaranya di Pilkada 2024 lalu itu ditaksir merosot tajam. Elektabilitasnya juga diprekdisi terperosok jatuh. Tak setangguh di Pilkada 2018.

Tapi, skeptisisme itu terbantahkan. Mulkan, meski berujung kalah, namun masih mampu menggenjot 50.000 suara pemilihnya; hanya menurun 5,9 persen selama rentang waktu lima tahun.

Dengan perolehan suara yang tidak merosot hingga 10 persen dari hasil Pilkada 2018, maka petahana seperti Mulkan yang citra politiknya belakangan ini sempat terguncang, ditengarai masih layak dimajukan oleh partai.

Hal ini pun menandakan, Mulkan dan partainya PDIP, berpotensi jadi rival sekaligus resistensi politik yang tidak mudah ditembus oleh kubu lawan di Pilkada nanti.

Ditambah, kehadiran politisi senior Rudiyanto Tjen di barisan PDIP yang telah beberapa kali periode memenangkan Pileg DPR RI, sangat potensial menggenjot suara kader partainya di Pilkada.

Pada Pileg 2024 saja, PDIP meraup 168.406 suara, dengan suara caleg DPR RI tertinggi adalah Rudianto Tjen.

Tercatat, rekam jejak PDIP di Pilkada Bangka dari 2013 hingga 2018 pun selalu konsisten tampil menjadi pemenang kontestasi.

Hal itu pun disinyalir berkat militansi pemilih PDIP yang tidak berubah dari masa ke masa, ditambah basis kantong suara PDIP maupun Rudiyanto Tjen secara personal yang terbilang ideologis dan militan. Garis politik pemilihnya jelas; mendukung setiap calon yang diorbitkan partai.(*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *