SARUDIN INISIATOR PROGRAM PLASMA MANDIRI SAWIT DI DESA LABU

Sungailiat,DetakBabel.com – Dalam rangka untuk meningkatkan perekonomian masyarakat petani sawit di Desa Labu, Puding Besar, Sarudin Anggota DPRD Kabupaten Bangka dari Partai Gerindra Berinisiatif membuka ruang silatilurahmi dan sosialisasi bersama Komunitas Petani Sawit di Kantor Desa Labu, Jum’at (2/9)

Turut hadir dalam kegiatan silaturahmi dan sosialisasi tersebut adalah Kades Labu Muslimin, Kacab Bank Sumsel Babel cabang Sungailiat,Kabid Perkebunan Subhan dari Dinas Pertanian,dan Pangan Bangka dan Perwakilan PT.MAS.

Sebagai inisiator pertemuan itu Sahrudin berinisiatif mengeluarkan ide yang bertujuan untuk memajukan dan mensejahterakan petani sawit dengan program plasma mandiri.

” Program plasma mandiri ini dilakukan karena melihat fakta dari program plasma yang di jalankan oleh pemerintah daerah beberapa tahun lalu di desa-desa cukup berhasil dalam mengangkat taraf hidup masyarakat petani sawit,” jelas Sarudin.

Program plasma yang sampaikan ini dimana komoditas kelapa sawit sangat mudah untuk dirawat, hasilnya akan baik apabila dipupuk secara maksimal sesuai dengan standar perkebunan dan harganya pun kalau sekarang masih lumayanlah yakni Rp. 1.900 harga pabriknya meskipun sebelumnya harga pabriknya sempai mencapai Rp. 3.000,-

Selain itu kata Sarudin politikus asal partai Gerindra ini berawal melihat komunitas pertanian kelapa sawit ini ekonomi masyarakat mulai tumbuh.

Ia mengungkapkan saat pihaknya sudah melakukan penyemaian bibit unggul bekerja sama dengan dinas pertanian dan perkebunan kabupaten Bangka.

Rencana kedepannya program plasma mandiri yang dijalankan ini menggunakan bibit unggul Simalungun 5 dan petani yang sudah terdaftar sebanyak 60 orang namun jumlah luas hektarnya belum tahu berapa, namun sedang diusulkan,” paparnya.

Sarudin menerangkan dirinya hanya sebagai penyedia bibit saja sedangkan petani cukup menanggung kreditnya bibitnya.

Untuk menindaklanjuti hal tersebut saya sudah bertemu dengan pihak BankSumsel babel cabang Sungailiat membahas hal itu,” katanya.

Program plasma mandiri bertujuan agar beban hutan petani semakin kecil bila dibandingkan dengan plasma-plasma sebelumnya.

Jadi saya pikir dengan kecilnya beban hutang masyarakat akan mempercepat petani plasma kedepan untuk mendiri,” ujarnya.

Sarudin mengatakan program plasma mandiri ini dengan sistem perawatan secara maksimal sesuai standar perkebunan maka hasilnya pun akan maksimal juga.

Karena dengan menggunakan bibit unggul perlakuannya harus unggul juga sama dengan bibit kita yang sekarang, bukan berarti saya meremehkan bibit yang tidak diunggulkan, namun kalau seandainya ada benih unggul artinya hasilnya pun akan lebih unggul,” pungkas Sarudin.(ry)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *